Menikah Dulu atau Rumah Dulu?

Menikah Dulu atau Rumah Dulu

Disaat sudah memasuki usia dewasa dan bersiap untuk memiliki keluarga atau menikah, kadang dihadapkan dengan pilihan yang membuat pusing untuk memilihnya. Tidak heran juga pilihan menikah dulu atau memiliki properti dulu yang selalu menjadi persoalan yang cukup pelik bagi generasi muda yang telah siap menikah.

Akan tetapi, pilihan ini bisa dilihat berdasarkan skala prioritas masing-masing dan tergantung dengan latar belakang sosial maupun ekonomi. Andi Nugroho Perencana Keuangan dari Mitra Rencana Edukasi (MRE) mengungkapkan bagaimana cara mengatasi peliknya pilihan tersebut.

Menurutnya, pilihan menikah atau memiliki properti tentu saja hal ini tergantung dengan latar belakang masing-masing pasangan. “Tergantung dari keyakinan atas konsep pernikahan dan kemampuan masing-masing pasangan,” kata Andi.

Baca juga : Gaji 8 Juta Ingin Menikah dalam 8 Bulan? Ini Strateginya!
Bahkan, ada sebagian orang yang meyakini bahwa pernikahan itu adalah salah satu cara menjauhkan diri dari perbuatan asusila dan fitnah dari orang lain.

“Karena ada orang yang meyakini bahwa daripada terjebak zina dan fitnah, lebih baik pernikahan disegerakan, Sebab akan dapat mendatangkan keberkahan dan juga rezeki yang bisa digunakan untuk membeli rumah,” ungkap Andi.

Selain itu, kalau yang beranggapan memiliki rumah dulu sebelum menikah adalah pilihan yang tepat. Sebab harus lebih siap secara finansial, karena ada sebagian masyarakat khususnya orang tua ciri-ciri calon laki-laki yang baik adalah yang sudah mapan dan akan mampu menjadi kepala keluarga yang baik nantinya.

“Bagi mereka yang meyakini bahwa sebelum menikah harus siap secara finansial termasuk rumah, tentu saja akan berusaha berjuang untuk mencapai goals-nya tersebut lebih dulu. Bagi orang tua yang meyakini hal itu tentu juga akan enggan mengijinkan anaknya untuk dinikahi oleh seseorang yang belum mempunyai rumah sendiri,” papar Andi.

Memilih Beli Rumah Dulu, Hal Ini Harus Disiapkan

Sementara itu, Andi menjelaskan, kalau pilihan jatuh pada membeli rumah dulu sebelum menikah. Tentu saja ada beberapa hal yang harus disiapkan dengan matang. Hal ini terutama menyangkut biaya pembelian rumah, hingga biaya administrasi, hingga biaya cicilan kalau menggunakan skema kredit.

“Harus menyiapkan dana minimal untuk membayar DP pembelian rumah, yang besarnya kira-kira 20 persen dari harga rumah plus dana untuk mengurus administrasi dan dokumen-dokumennya, berkisar 10 persen dari harga rumah,” kata Andi.

Misalnya kalau diasumsikan harga rumah sebesar Rp 300 juta, maka dana yang perlu disiapkan adalah 30 persen dari Rp 300 juta, yaitu Rp 90 juta.

Dana Rp 90 juta tersebut bisa dikumpulkan dengan cara menabung atau menyisihkan dari penghasilan setiap bulan. Kalau dengan asumsi penghasilan Rp 5 juta per bulan, dan menyisihkan 50% dari penghasilan atau Rp 2,5 juta untuk kebutuhan membeli rumah, maka dibutuhkan waktu 36 bulan untuk menabung.

“Sisi baiknya, rumah adalah barang produktif yang harganya dapat naik terus. Jadi sambil kita nyicil pembayaran KPR nya harganya akan terus naik,” terang Andi.

Baca juga : Susah Mendapatkan Cinta Sejati? Ini Alasannya!

Memilih Menikah Dulu, Kecilkan Gengsi Sosial

Kemudian, kalau memilih menikah dulu hal yang harus diperhatikan adalah mengecilkan atau mengesampingkan ego sosial. Andi menegaskan, biaya pernikahan saat ini begitu tinggi, akan tetapi yang membuat membengkaknya biaya itu adalah persoalan gengsi dan faktor sosial lainnya.

“Pada hakekatnya, menikah itu murah biayanya, yang mahal itu biaya sosialnya. Di daerah Jakarta, bila kita melakukan akad nikah di kantor KUA, biayanya hanya Rp 100 ribu. Itu sudah sah sebagai suami istri. Tapi yang mau hanya ritualnya sampai disitu saja kan bisa jadi sangat jarang,” ungkapnya.

Menurutnya, yang membuat mahal itu biaya resepsi adalah persoalan gengsi semata, terlebih lagi kalau calon mempelai dari keluarga yang terhormat atau terpandang.

“Maka yang mahal biaya resepsi pernikahannya. Apalagi bila pasangan tersebut berasal dari keluarga yang cukup terpandang di masyarakat. Tentu saja standarnya akan jadi tinggi. Meski demikian, harus kita dan orang tua pahami juga bahwa pesta resepsi pernikahan itu sebaiknya disesuaikan dengan budget yang ada, bukan hanya demi status sosial atau gengsi saja,” jelas Andi.

Akan tetapi, Andi pun mengatakan hal tersebut tidaklah mudah terlaksana, karena perlu persetujuan banyak pihak dari anggota keluarga.

“Dan saya yakin hal tersebut butuh perjuangan untuk meyakinkan keluarga besar bila memutuskan hal itu. Daripada uang habis dan bahkan harus berhutang untuk membiayai pesta pernikahan. Tentunya lebih baik uangnya dihemat sehingga bisa digunakan untuk membeli rumah ataupun mengisi rumah dengan perabotan,” kata Andi.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Menikah Dulu atau Rumah Dulu?"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel