Sekarang Planet Saturnus Bisa Dilihat dari Bumi

Sekarang Planet Saturnus Bisa Dilihat dari Bumi

Planet saturnus merupakan planet yang paling indah diantara planet lainnya, planet ini memiliki kelebihan dibandingkan dengan planet yang lain karena planet saturnus ini memiliki cincin yang berada disekelilingnya, dibawah ini kita akan membahas planet saturnus dan ciri-ciri planet saturnus.

Saturnus itu tidak hanya meliputi planet dan cincin-cincinnya yang mungkin terdiri dari beribu-ribu cincin dengan ukuran yang berbeda-beda, tetapi termasuk juga satelitnya atau bulan yang bergoyang banyak, yaitu 21 satelit.

Orang-orang zaman dahulu, Planet Saturnus dianggap paling tidak berarti diantara planet lainnya yang diduga mengelilingi Bumi (Yaitu Matahari, Bulan, Merkurius, Venus, Mars, dan Jupiter), yang berbeda dengan bintang-bintang tetap. Cincin-cincin indah yang mengelilingi planet itu tidak dapat dilihat sebelum penemuan teleskop pada permulaan abad XVII.

Saturnus berada sangat jauh dari pusat tata surya sehingga jika dilihat dari orbitnya, Matahari akan terlihat seperti ujung peniti yang kemilau daripada terlihat seperti sebuah cakram. Jarak saturnus ke Matahari, hampir dua kali jarak Jupiter ke Matahari.

Saturnus menerima panas dan cahaya dari matahari hanya 1/90 dari yang kita terima di Bumi. Karena jauhnya, tidak ada sebuah planet pun dalam orbitnya yang dapat dilihat dari permukaan saturnus kecuali Jupiter, Jupiter akan tampak seperti teman Matahari, kadang-kadang sebagai bintang sore dan kadang-kadang sebagai bintang pagi.

Jarak rata-rata Saturnus dari Matahari 1.428.000.000 km atau sekitar 9,5 jarak Bumi dari Matahari. Saturnus menyelesaikan orbitnya sekali setiap 29,5 tahun. Planet kita sendiri, Bumi, mengejarnya dan berada dalam satu garis antara Saturnus dan Matahari sekali setiap 378 hari.

Jarak Saturnus dari Bumi itu bervariasi tergantung pada posisi kedua planet dalam orbitnya, yaitu dari 1.197.000.000 km sampai 1.654.000.000 km. Saturnus dikelilingi oleh sekelompok partikel kecil yang mengelilinginya dalam bentuk empat buah cincin datar sepusat. Cincin-cincin ini cukup lama dianggap unik dalam tata surya.

Namun, pada awal tahun 1977 planet Uranus juga diketahui dikelilingi oleh system cincin. Dari kedua kasus tersebut cincin-cincin itu dianggap sebagai kumpulan partikel yang tidak terbilang jumlahnya. Setelah sekian waktu yang lama, orang dapat memahami sifat dari cincin-cincin Saturnus.

Saturnus Benderang di Seberang Matahari


Kalau ditanya Planet apa yang paling cantik, pasti semua akan setuju jawabannya adalah Planet Saturnus. Dengan berukuran besar dan memiliki cincin menjadi pesonanya diantara planet lain yang kita kenal. Meski seluruh planet raksasa memiliki cincin, namun cincin milik Saturnus ini paling tebal dan lebar. Begitu pula dengan cincin planet Saturnus itu paling mudah terlihat dibandingkan dengan planet-planet lainnya.

Tapi jangan salah loh... Mudah terlihat bukan berarti akan terlihat begitu saja oleh mata telanjang. Meski berada di jarak terdekatnya dari Bumi, planet Saturnus ini akan tetap terlihat sebagai bintang putih terang. Cincinnya baru akan terlihat jika pengamatan dilengkapi dengan binokuler besar ataupun menggunakan teleskop.

Planet Saturnus ini akan berada pada jarak terdekatnya dari Bumi. Tepatnya pada 9 Juli 2019 malam hari hingga beberapa hari ke depan. Meski terdekat, namun jarak Saturnus ke Bumi masih sangat jauh. Mencapai 8,9 kali jarak Bumi ke Matahari. Dengan jarak sejauh ini bisa membuat Saturnus terlihat sebagai titik putih terang. Bukan laksana Bulan yang dikelilingi cincin.

Oposisi Planet Saturnus itu terjadi ketika Matahari, Bumi dan Saturnus sedang berada segaris yang berurutan. Karena posisi Bumi tepat berada diantara Matahari dan Saturnus, maka Matahari dan Saturnus akan terlihat berseberangan. Jadi, Saturnus akan terbit disebelah timur ketika Matahari terbenam di barat, berada di meridian tepat pada tengah malam dan akan tenggelam di sebelah barat ketika matahari terbit di timur.

Karena berseberangan dengan Matahari, maka ketika oposisinya Saturnus akan terlihat sepanjang malam, sehingga memberi waktu yang lama untuk mengamatinya. Selain itu piringan atau cincin Saturnus yang menghadap Bumi juga akan tersinari oleh Matahari sepenuhnya, sebagaimana terangnya Bulan ketika purnama.

Karena berada pada jarak terdekat ke Bumi dan tersinari oleh Matahari sepenuhnya, praktis Planet Saturnus akan mencapai tingkat kecerlangan maksimum ketika oposisi. Oposisi pada tahun ini diperkirakan Saturnus akan bersinar hingga magnitude 0,1 atau seterang bintang Vega di rasi Lyra. Cukup terang dan akan mudah terlihat sekali oleh mata telanjang.

Dengan kecerlangan maksimum dan terlihat sepanjang malam, tentu ini menjadi waktu terbaik untuk mengamati planet Saturnus. Namun jika pengamatan pada malam terhalang mendung atau lainnya, tenang saja, Saturnus akan tetap terang dengan magnitude 0,1 hingga 0,2 selama bulan Juli ini. Letaknya pun tidak akan banyak berubah, masih berseberangan dengan Matahari.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Sekarang Planet Saturnus Bisa Dilihat dari Bumi"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel