Proses dan Jenis Ikan Asin yang Paling Banyak Dikonsumsi

Proses dan Jenis Ikan Asin yang Paling Banyak Dikonsumsi

Indonesia memiliki hasil laut yang sangat melimpah, terutama ikan-ikannya. Oleh karena itu, supaya ikan-ikan hasil tangkapan para nelayan tersebut supaya tidak cepat basi, maka dilakukanlah proses fermentasi dengan cara diasinkan menggunakan garam. Proses fermentasi dengan menggunakan garam ini bisa membuat ikan itu bertahan hingga hitungan bulan. Ikan yang difermentasikan dengan garam inilah yang dinamakan dengan ikan asin atau gesek.

Gesek atau Ikan Asin ini merupakan makanan tradisional yang terbuat dari daging ikan segar, yang telah diawetkan dengan melalui proses pengasinan, dibuat tanpa bahan sintesis yang bersifat kimiawi dan bisa bertahan lama hingga berbulan-bulan lamanya. Ada berbagai macam produk ikan asin itu sebagai menu tambahan, makanan cemilan (makanan ringan) seperti kerupuk ikan asin pedas dan keripik krispi ikan asin.

Pengasinan adalah sebagaimana pengawatan makanan, pengawetan yang tidak menggunakan bahan-bahan kimiawi,  pengawetan yang masih alami, sehingga tidak berbahaya ketika dikonsumsi sebagai makanan.

Proses Pembuatan Ikan Asin

Semua jenis ikan bisa diawatkan melalui proses pengasinan, baik itu ikan darat maupun ikan laut. dan untuk standar pengasinan hanya bisa dibedakan pada besar-kecilnya ukuran ikan.

* Bahan-bahan Pengasinan

Ikan;
sebelum proses pemgasinan, ikan-ikan yang besar akan dipotong atau dibelah terlebih dahulu supaya larutan garamnya mudah meresap kedalam daging ikan.

Air dan Garam; Garam yang dimasukkan kedalam air dengan ukuran kental dan pekat unsur garamnya. semakin kental kadar garam dalam air, maka akan semakin cepat proses pengasinannya dan juga akan berpengaruh pada keawetan ikan asin itu sendiri.

* Sarana dan Prasarana

Ember Plastik atau Bak Mandi; merupakan Sarana-sarana untuk proses pengasinan, bisa berupa wadah kecil atau wadah yang berukuran besar, besar dan kecilnya suatu wadah ditentukan berdasarkan volume dan kadar ikan-ikan yang akan diasinkan. wadah untuk pengasinan bisa berupa ember plastik atau bangunan permanen seperti Bak Mandi kecil. Ember plastik atau Bak Mandi kecil juga digunakan agar garam dalam larutan air itu tidak mudah meresap keluar atau meresap kedalam tanah.

Bale-bale dan Tampah dari bambu; setelah ikan yang sudah melalui proses pengasinan, kemudian akan menuju kepada proses penjemuran. Ikan-ikan ditaruh berbaris merata diatas Bale-bale panjang, atau sejenis Tampah memanjang persegi empat disini kegunaannya agar ikan-ikan menjadi kering secara merata.

* Penjemuran

Dalam proses penjemuran sangat dipengaruhi oleh teriknya matahari, bila panas matahari yang terus berkelanjutan akan lebih mempercepat proses produksi ikan asin yang dihasilkan. Ketika dalam musim penghujan, volume produksi akan menjadi mengurang disebabkan karena sinar matahari yang tidak maksimal dalam proses penjemuran.

Ikan Asin yang berkualitas dan alami itu adalah bagian dari citra (image) positif bagi konsumen, sebagai alternatif makanan, makanan yang baik untuk kesehatan dan makanan yang layak untuk dikonsumsi. kualitas makanan yang tidak hanya merambah pangsa pasar regional, tetapi juga bisa menembus pasar-pasar internasional.

Ada banyak sekali jenis ikan asin yang ada di Indonesia, di antaranya ada lima ikan asin yang paling banyak dikonsumsi sebagai sajian kuliner tradisional, yaitu:

1. Ikan Asin Bulu Ayam

Ikan Asin Bulu Ayam

Ikan asin yang paling terkenal di Indonesia itu adalah ikan asin bulu ayam. Kamu pasti bertanya-tanya kan tentang namanya yang cukup aneh. Dinamakan ikan asin bulu ayam itu karena bentuknya yang tipis dan bagian pinggirnya menyerupai bulu ayam. Ikan asin jenis ini sangat banyak ditemui di pulau Kalimantan dan Jawa. Harganya tergolong cukup murah dibandingkan dengan ikan asin lainnya karena mudah didapat. Ikan asin bulu ayam ini lebih banyak diolah dengan cara digoreng dan dijadikan lauk untuk disantap dengan nasi putih hangat. Di Jakarta dan Jawa Barat, ikan asin bulu ayam ini sangat identik dengan lauk untuk sayur asem.

2. Ikan Asin Gabus

Ikan Asin Gabus

Selain ikan asin bulu ayam, ikan asin yang paling sering dipasangkan dengan sayur asem adalah ikan asin gabus. Ikan asin ini memiliki kelebihan dari segi kebersihannya karena sebelum diasinkan, ikan gabus ini dibelah dan dibersihkan terlebih dahulu, mulai dari sisik, insang, dan isi perutnya. Tak heran juga kalau harga ikan asin gabus ini tergolong cukup mahal harganya di pasaran. Selain digoreng, ikan asin gabus juga bisa dinikmati dalam olahan balado atau ditumis dengan bumbu cabai hijau.

3. Ikan Asin Peda

Ikan Asin Peda

Ikan asin peda merupakan salah satu jenis ikan asin yang diolah setengah kering sehingga waktu kadaluarsanya tidak selama ikan asin lainnya. Ikan asin peda ini lebih sering diolah dengan cara digoreng begitu saja untuk dijadikan lauk bersama dengan sambal dadak atau sambal matah. Selain digoreng, ikan asin peda ini juga sering dijadikan sebagai olahan pepes yang dipadukan dengan daun kemangi dan aneka rempah-rempah lainnya.

4. Ikan Asin Jambrong

Ikan Asin Jambrong

Ikan asin jambrong sekilas memang mirip dengan ikan asin bulu ayam dan ikan asin gabus, tapi bentuknya lebih panjang dan dagingnya lebih tipis. Ikan asin jambrong ini biasanya diolah menjadi abon, dijadikan sebagai campuran sambal, atau digoreng begitu saja untuk disajikan bersama dengan sambal, lalapan, dan nasi putih hangat. Ikan asin jambrong yang digoreng akan menghasilkan tekstur yang sangat renyah.

5. Ikan Asin Teri

Ikan Asin Teri

Ikan asin teri yang sering dijadikan sebagai campuran bahan masakan seperti kering tempe kacang, nasi goreng, rempeyek, dan lain sebagainya. Ikan teri itu pada dasarnya terdiri dari tiga jenis, yaitu ikan teri Medan yang memiliki warna putih dengan ukuran sedang, teri nasi yang juga berwarna putih tapi ukurannya lebih kecil dan teksturnya lebih lembut, dan yang terakhir adalah teri jengki yang berbentuk silindris dengan bagian perut membulat, dan ukuran yang lebih besar dari kedua jenis ikan teri lainnya.

Itulah lima varian ikan asin yang sering dikonsumsi dan yang ada dalam sajian kuliner khas Indonesia. Nah! Kamu bisa makan sajian ikan asin di restoran-restoran khas Indonesia atau Masakan Khas Sunda.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Proses dan Jenis Ikan Asin yang Paling Banyak Dikonsumsi"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel