Mengenal Hipotermia dan Cara Menanggulanginya

Mengenal Hipotermia dan Cara Menanggulanginya

Disini, akan mengulas sedikit mengenai apa itu hipotermia dan bagaimana hipotermia itu bisa terjadi dan bagaimana juga cara untuk menanganinya, supaya tidak menyimpang.

Hipotermia adalah kondisi panas pada tubuh yang turun drastis dibawah kondisi normal atau hingga dibawah rata-rata yaitu 37 derajat celcius. Terus, bagaimana tubuh kita bisa kehilangan panas? Setiap kali bernapas kita itu mengeluarkan udara panas, dan ini berarti hilangnya suhu panas dari tubuh. Penguapan keringat dari kulit dan paru-paru juga merupakan penyumbang terbesar dari hilangnya panas badan.

Kemudian, panas tubuh dapat hilang sebagai akibat konduksi, misalnya saja karena akibat kehujanan apalagi berada di pegunungan yang dimana suhunya itu pasti dingin. Seseorang yang kebasahan akan menyebabkan sejumlah besar panas pada tubuh itu hilang dengan cepat.

Baca juga : Dengan Cara Alami ini Mampu Mencegah Stres dan Depresi
Berikut ini adalah beberapa tingkatan dan tanda-tanda hipotermia :

A. Ringan

Suhu tubuh turun hingga rentang 36-35 derajat celcius. Pada tingkatan ini memperlihatkan gejala menggigil sampai bulu romapun berdiri kemudian gemetar ringan hingga parah dan tangan terasa beku serta kaku, tetapi masih terkendali. Gerak langkah menjadi lamban, koordinasi dalam tubuh mulai terganggu.

B. Sedang

Suhu tubuh turun hingga rentang 35-33 derajat celcius. Pada tingkatan ini badan sudah mulai bergetar tidak terkendali lagi, kondisi mentalpun akan mulai berubah, sedikit bingung, kesadaran mulai melemah. Pada kondisi ini, kadang kala meracau atau berbicara kasar dan berusaha untuk melepaskan pakaian seolah-olah sedang kepanasan, pengambilan keputusan dan koordinasi tubuh kabur, gerak lamban dan lemah serta langkah kaki akan sering tersandung.

C. Mendekati Parah

Suhu tubuh turun hingga rentang 32-29 derajat celcius. Pada tingkatan ini tubuh akan semakin menggigil, denyut nadi dan tekanan darah mulai menurun. Kemudian menggigil berhenti, kebingungan meningkat, meracau, ingatan hilang, gerakan tersentak-sentak, pupil (bagian gelap mata) mulai membesar.

D. Parah

Suhu tubuh turun hingga dibawah 29 derajat celcius. Pada suhu 29-28 derajat celcius otot akan menjadi kaku, pupil membesar, denyut nadi melemah atau tidak teratur, tarikan napas melemah, warna kulit kebiru-biruan, tingkah laku kacau, menuju ke arah tidak sadar. Kemudian jika sampai pada suhu 27 derajat celcius maka tubuh akan pingsan, pupil tidak lagi menjawab gerakan cahaya, kehilangan gerakan-gerakan spontan atau gerak refleks dan seakan kelihatan sudah meninggal.

Jika suhu badan sudah mencapai 26 derajat celcius maka kondisi akan koma atau gawat darurat, suhu tubuh mulai menurun cepat sekali, dan di suhu tubuh 20 derajat celcius denyut nadi jantung akan berhenti, dan ketika sudah mencapai suhu tubuh 18 derajat celcius, pada suhu ini masih bisa untuk dapat ditolong dengan penanganan segera dan intensif.

Baca juga : 8 Hal Yang Wajib Kamu Tahu Sebelum Mendaki Gunung
Dengan kondisi yang terjadi diatas, pertolongan yang dapat diberikan untuk menyelamatkan jiwa seseorang yang mengalami hipotermia adalah sebagai berikut :

  1. Tempatkan jauh dari angin, hujan dan udara dingin. Jangan sampai tubuhnya bersentuhan langsung dengan tanah, beri alas yang memadai seperti matras.
  2. Pastikan dalam kondisi kering dan hangat, gantilah pakaiannya dengan yang kering. Proses mengganti pakaiaanya satu per satu, jangan serentak, hal ini dapat memperparah keadaannya.
  3. Masukan kedalam sleeping bag yang telah dihangatkan terlebih dahulu. Masukkan juga benda-benda yang hangat untuk menambah kehangatan.
  4. Didekap oleh seseorang untuk berbagi panas suhu tubuh.
  5. Berikan makanan dan minuman hangat yang mudah dicerna. Lakukan pada saat sadar, jangan pada saat pingsan.
  6. Hindari memberikan rokok, minuman ber-alkohol atau yang mengandung kafein

Nah, itulah beberapa informasi tentang hiportemia yang bisa CARITAU? bagikan dalam artikel kali ini, semoga bermanfaat untuk kita semua. Bila ada yang ingin menambahkan jangan lupa tulid pada kolom komentar yah!

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Mengenal Hipotermia dan Cara Menanggulanginya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel