12 Resep Makanan Khas Betawi dan Bikin Ketagihan

12 Resep Makanan Khas Betawi dan Bikin Ketagihan

Kali ini, kita akan membahas sesuatu yang enak di lidah dan kamu tidak akan menolak kalau diberi dan terkadang juga bisa mengenyangkan. Apa itu? Ya, yang akan kita bahas kali ini adalah makanan. Tapi, makanan yang kita bahas disini bukan makanan modern ataupun makanan mancanegara, melainkan makanan tradisional Indonesia. Lebih tepatnya makanan khas daerah Betawi.

Daerah Betawi atau yang kita kenal itu sekarang dengan DKI. Jakarta yang mempunyai berbagai macam makanan tradisioanal-nya yang unik dan pastinya enak buat dimakan dan memanjakan lidah. Oke, dibaca sampai selesai ya, karena ada informasi mengenai resepnya.

Baca juga : Khаѕіаt Buаh dan Sayur Berdasarkan Wаrnаnуа

1. Kerak Telor

Kerak Telor

Siapa sih yang gak kenal sama makanan khas betawi yang satu ini? Ya, namanya itu Kerak Telor. Kerak Telor sendiri sudah jadi ikon kuliner di kota Jakarta. Makanan khas yang satu ini selalu jadi incaran para traveller yang sedang berkunjung ke kota Metropolitan. Rasanya yang gurih dan beras ketannya yang memiliki tekstur legit menjadikan Kerak Telor ini memiliki cita rasa tersendiri bagi para penikmatnya.

Berbicara sedikit tentang sejarah Kerak Telor, Kerak Telor sendiri sudah ada sejak pada zaman penjajahan Belanda dulu. Makanan ini tercipta karena ketidaksengajaan para sekelompok orang betawi yang tinggal di daerang Menteng. Kota Jakarta atau yang dulu dikenal dengan Batavia yang dimana mempunyai banyak tanaman pohon kelapa yang tumbuh memenuhi kota Batavia kala itu.

Karena dengan banyaknya pohon kelapa yang tumbuh di sana masyarakat Betawi pun memanfaatkan hasil buah kelapa tersebut. Pada tahun 1970-an masyarakat Betawi mulai menjajakan Kerak Telor di sekitar kawasan Tugu Monas, perlahan tapi pasti Kerak Telor mulai menjadi perhatian para pelancong yang datang ke kota Jakarta. Tidak hanya menjadi sebagai makanan umum, Kerak Telor juga pernah menjadi makanan para orang elit di zamannya.

Kerak Telor sendiri itu ada 2 macam pilihan yang sampai sekarang masih di jajakan, yaitu :

  • Kerak Telor Ayam
  • Kerak Telor Bebek

Sekarang Kerak Telor sudah menjadi makanan khas DKI. Jakarta. Di setiap even besar seperti PRJ (Pekan Raya Jakarta), Jakarta Fair, atau acara–acara besar lainnya, Kerak Telor selalu terlihat di tepian jalan atau mewakili makanan daerah dari DKI. Jakarta. Yang uniknya dari Kerak Telor ini adalah para penjualnya yang masih berjualan secara tradisional untuk menjaga ciri khas dari Kerak Telor itu sendiri.

Sekarang Kerak Telor tidak hanya bisa ditemui di kota Jakarta saja atau hanya bisa dibuat oleh masyarakat Betawi saja. Tapi masyarakat lain pun sudah bisa membuat Kerak Telor. Selain di Indonesia, kerak Telor sekarang sudah Go Internasional loh... dan di jajakan di luar negeri seperti Malaysia, Amerika Serikat, dan juga Arab Saudi.

Bagi kalian yang ingin mencoba membuat Kerak Telor sendiri di rumah, kalian bisa lihat resep dibawah ini, ya :

Bahan :

  1. 100gr beras ketan putih
  2. 250ml air
  3. 100gr kelapa parut sangrai sebagai penabur
  4. 15gr udang Ebi. Seduh, sangrai dan haluskan
  5. 5 butir telur ayam atau bebek
  6. 30gr bawang merah goreng
  7. 1 sendok makan minyak goreng.
  8. Bawang merah goreng untuk taburan
  9. Gula pasir
  10. Garam

Bumbu :

  1. 4 buah cabai merah keriting
  2. 1 Sendok teh merica butir
  3. 3 cm kencur
  4. 1 cm jahe

Cara Memasak :

  1. Rendam beras ketan putih selama satu malam, kemudia tiriskan.
  2. Panaskan minya dan tumis bumbu yang sudah dihaluskan sampai harum.
  3. Tambahkan 1  sendok makan beras ketan putih di wajan cekung yang sudah dipanaskan.
  4. Siram dengan 3 sendok makan air rendaman beras ketan dan biarkan sampai terlihat agak kering.
  5. Kocok 1 butir telur, sendok teh bumbu yang sudah ditumis sebelumnya,  sendok teh ebi,  sendok makan bawang merah goreng,  sendok teh gula pasir, dan  sendok teh garam bubuk.
  6. Siram kocokan telur tadi ke atas beras ketan pada wajan, aduk sambil ratakan dan atur juga ketebalannya. Tutup wajan sampai matang. Kemudian balik cekung wajan di atas bara api (arang) dan biarkan sampai matang keseluruhan.
  7. Angkat kerak telor yang sudah matang dan taburi kelapa sangrai dan bawang goreng.
  8. Kerak telor siap disajikan.

2. Nasi Uduk

Nasi Uduk Betawi

Satu lagi makanan khas betawi yang sudah banyak dikenal oleh masyarakat Indonesia, selain masyarakat Betawi apalagi kalau bukan Nasi Uduk. Nasi uduk merupakan makanan khas masyarakat Betawi sebagai menu sarapan.

Nasi uduk itu biasanya ditemani dengan lauk seperti ayam goreng, kering tempe (sambal goreng tempe), telur balado, bihun goreng, gorengan dan masih banyak lagi lauk pauk lainnya yang selalu hadir di makanan nasi uduk ini adalah sambal kacang. Rasanya yang gurih dari santan membuat rasa nasinya menjadi lebih nikmat untuk disantap.

Sejarah nasi uduk itu sendiri berasal dari tanah melayu (Sumatera dan Malaysia) yang pada saat itu masyarakat melayu pergi merantau ke pulau jawa dan kemudian menjual makanan ini. Nasi uduk sendiri hampir sama seperti nasi lemak, yaitu makanan khas dari malaysia.

Ada yang berpendapat kalau kata uduk itu berasal dari bahasa Sunda yang artinya bercampur atau bersatu. Tapi, ada juga pendapat lain yang mengatakan kalau nasi uduk itu berasal dari kata “uduk” yang artinya “susah” karena nasi uduk dulu dijual memakai gerobak dan selalu ada di pasar.

Jika kalian ingin membuat nasi uduk sendiri kalian bisa melihat resep dibawah ini :

Bahan :

  1. 0,3 Kg beras yang sudah dicuci bersih
  2. 0.45 Lt santan kelapa

Bumbu :

  1. 2 lembar daun salam
  2. 2 butir cengkeh
  3. Garam
  4. 2 batang serai di ambil bagian putihnya dan memarkan

Bahan pelengkap :

  1. Bawang merah goreng
  2. Mie goreng
  3. Sambal goreng kentang
  4. Ayam goreng
  5. Telur dadar
  6. Kering tempe (sambal goreng tempe)
  7. Kentang kering
  8. Kacang goreng
  9. Mentimun
  10. Kerupuk
  11. Perkedel
  12. Teri kacang kering

Cara membuat :

  1. Masukkan semua bahan dan bumbu kedalam dandang panci atau rice cooker dan masak sampai santan meresap.
  2. Setelah santan mulai meresap, kecilkan api dan aduk hingga rata. Usahakan agar nasinya tidak lengket, kemudian masak sampai benar – benar matang.
  3. Diamkan sejenak ambil nasi uduk secukupnya dan sajikan bersama dengan bahan pelengkap.
  4. Nasi uduk siap untuk disajikan.

3. Nasi Ulam

Nasi Ulam Betawi

Nasi Ulam adalah makanan khas betawi yang terbuat dari nasi putih yang dicampur dengan parutan kelapa sangrai yang sudah dibumbui seperti bawang putih, ebi, cabai rawit, ketumbar, garam dan merica. Dan ditemani dengan telur dadar yang diiris tipis, timun, kuah semur dan tidak ketinggalan pula emping serta taburan bawang goreng.

Makanan ini memiliki pengaruh dari berbagai macam budaya, yaitu China, Eropa dan pastinya tanah air kita yang tercinta Indonesia.

Sejarah Nasi Ulam sendiri masih belum diketahui secara jelas. Kebanyakan masyarakat betawi hanya mengetahui jika makanan ini sudah ada sejak ratusan tahun lalu yang dimana Jakarta atau dulu dikenal dengan nama Batavia masih ditumbuhi dengan banyaknya pohon kelapa. Tapi, Nasi Ulam sendiri masih memiliki hubungan erat dengan masakan masyarakat melayu.

4. Semur Jengkol

Semur Jengkol

Semur Jengkol adalah makanan khas daerah Betawi atau Jakarta. Makanan ini sangat populer khususnya di daerah asalnya, Jakarta. Karena kepopulerannya ini semur jengkol juga merangkap hingga keluar kota jakarta.

Kata semur berasal dari bahasa Belanda yaitu dari kata “Smoor” yang artinya masakan itu sudah direbus dengan tomat dan bawang secara perlahan, bisa juga memiliki arti lain yaitu braising atau teknik masak dengan cara merebus lama menggunakan api kecil hingga daging empuk. Jadi bisa diartikan jika semur jengkol memiliki arti teknik memasak dengan cara merebus lama jengkol dengan menggunakan api kecil sampai menjadi empuk.

Sejarah semur jengkol itu sendiri karena dulu hampir disetiap kebun rumah para masyarakat Betawi memiliki pohon jengkol. Jengkol jadi bahan pangan lezat berharga murah. Oleh karena itu masyarakat betawi lebih memilih menggunakan jengkol, tahu dan tempe untuk dijadikan semur dibandingkan menggunakan daging yang memiliki harga lebih mahal.

5. Dodol Betawi

Dodol Betawi

Dodol Betawi adalah dodol khas masyarakat Betawi. Cara pembuatan dodol Betawi sangat rumit, bahan baku yang terdiri dari ketan, gula merah, gula pasir dan santan harus diaduk diatas tungku dengan kayu bakar dan terus diaduk selama 8 jam.

Biasanya dodol Betawi ini dibuat ketika ada acara–acara besar seperti pesta, bulan Ramadhan, Idul fitri maupun Idul Adha. Karena prosesnya yang rumit orang yang ahli dalam membuat dodol Betawi sangat sedikit.

Ada beberapa daerah di Jakarta dan sekitarnya yang masih memproduksi dodol Betawi seperti di Condet, Jakarta Timur, Bogor dan Bekasi.

6. Soto Betawi

Soto Betawi

Soto Betawi atau yang biasa dikenal masyarakat dengan nama “Sobet” adalah makanan khas Betawi yang menjadi ikon kuliner Betawi. Soto Betawi masih sangat mudah ditemui di tempat makan di kota Jakarta. Soto Betawi sendiri masih bisa eksis sampai sekarang karena kenikmatan dan rasanya yang khas.

Soto Betawi sama seperti soto–soto lain pada umumnya. Tapi, yang membedakan soto Betawi itu dengan soto lainnya adalah dari isinya. Soto Betawi lebih banyak menggunakan jeroan dan biasanya disertai dengan organ–organ sapi lainnya seperti mata dan hati.

Baca juga : Cara Sehat Ini Bisa Membuat Diet Sukses

7. Kue Rangi

Kue Rangi

Kue Rangi atau Sagu Rangi termasuk salah satu kue tradisional Betawi. Sesuai dengan namanya, kue Rangi terbuat dari tepung kanji atau tepung sagu. Selain tepung kanji ada juga bahan lain seperti kelapa parut panggang. Kue ini dibuat dengan cara dipanggang pada cetakan khusus.

Kue Rangi sendiri sampai saat ini masih eksis sebagai jajanan tradisional khas Betawi. Tidak hanya di Jakarta tapi di kota lain pun kamu bisa menjumpai kue Rangi ini. Rasa gurih dari parutan kelapa dan rasa manis dari gula merahnya itu memberikan rasa yang unik di lidah yang bisa membuat kita susah untuk berhenti menyantap makanan yang satu ini.

Ada juga yang bilang kalau kue Rangi dan kue Pancong itu sama tapi pada kenyataannya 2 kue ini sangatlah berbeda. Yang menjadi perbedaannya adalah jika kue Pancong menggunakan taburan gula pasir maka kue Rangi menggunakan gula merah.

8. Kue Pancong

Kue Pancong

Kembaran dari kue Rangi yang kita bahas sebelumnya ini juga merupakan makanan khas dari Betawi. Kue Pancong atau di beberapa daerah di Jawa Tengah, Yogyakarta dan Jawa Timur disebut dengan serabi.

Dengan memiliki bentuk setengah lingkaran terbuat dari santan, tepung beras dan garam serta ditaburi dengan gula pasir. Rasanya yang manis gurih apalagi dinikmati ketika masih hangat, kulit crispy dan agak creamy di dalam itu benar–benar membuat lidah kita ketagihan saat menyantapnya.

Tetapi sekarang kue yang mirip dengan kue pukis ini semakin sulit ditemukan karena bahan bakunya yang bisa dibilang mahal dan tidak sesuai dengan harga kue pancong yang murah, membuat banyak pedagang mulai meninggalkan profesi mereka.

9. Putu Mayang

Putu Mayang

Satu lagi jajanan khas Betawi yang sangat nikmat untuk disantap yaitu Putu Mayang. Putu Mayang terbuat itu dari tepung kanji atau tepung beras yang dibentuk seperti mie, ditambah dengan campuran santan dan disajikan dengan gula merah atau gula jawa cair.

Asal mula putu mayang sendiri mungkin berasal dari putu mayam yang berasal dari India Selatan. Kedua kue ini memiliki bentuk yang sama seperti gumpalan mie. Tetapi putu mayang memiliki perbedaan dengan putu mayam jika putu mayang memiliki bentuk gumpalan yang lebih menyatu, putu mayam memiliki bentuk helai seperti mie yang lebih halus dan ukuran yang lebih besar.

10. Kue Cucur

Kue Cucur

Kue Cucur atau Cuhcur adalah makanan khas dari asia tenggara, tetapi di Indonesia kue cucur lebih populer yang versi Betawi. Makanan pencuci mulut satu ini terbuat dari tepung terigu dan gula aren yang dicampur dan kemudian digoreng.

Kue cucur ini memiliki bentuk bulat dengan bagian tengahnya tebal dan tipis dipinggiran-nya. Di Jakarta makanan ini termasuk makanan adat. Maksudnya makanan ini wajib dihidangkan ketika ada upacara adat Betawi.

11. Roti Buaya

Roti Buaya

Roti dengan bentuk unik ini merupakan makanan khas Betawi. Berbentuk buaya dengan rasa manis membuat roti ini sangat digemari oleh masyarakat Betawi. Roti ini selalu hadir dalam acara pernikahan dan kenduri tradisional Betawi.

Roti buaya ini memiliki makna kesetiaan dalam pernikahan. Karena suku Betawi percaya kalau buaya hanya kawin sekali dengan pasangannya. Buaya secara tradisional dianggap memiliki sifat sabar (dalam menunggu mangsa). selain kesetiaan, buaya juga melambangkan kemapanan.

Baca juga : Proses dan Jenis Ikan Asin yang Paling Banyak Dikonsumsi

12. Soto Tangkar

Soto Tangkar

Soto Tangkar itu sama seperti soto lainnya. Tapi soto tangkar berisi iga sapi. Soto Tangkar sendiri sudah aja sejak zaman penjajahan Belanda. Ketika para bangsawan Belanda memotong sapi maka sisa dari bagian yang tidak dipakainya itu diberikan ke para pekerja. Dan oleh para pekerja itu diolah bahan-bahan nya menjadi makanan yang beragam dan salah satunya adalah soto tangkar. Soto tangkar terbuat dari rempah-rempah seperti kunyit, lada, daun sereh, daun salam dan santan kelapa.

Nah, itulah beberapa makanan khas Betawi yang selalu bikin lidah kita ketagihan bila menyantapnya, bila ada yang ingin menambahkan untuk makanan khas Betawi lainnya, silahkan isi dikolom komentar yah!

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "12 Resep Makanan Khas Betawi dan Bikin Ketagihan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel